Bagaimanakah Hukum Memajang Kaligrafi?
Sejumlah ulama berselisih paham tentang hukum memajang kaligrafi di dinding rumah. Sebagian ulama yang melarang memiliki alasan tertentu berikut dalil-dalilnya. Sementara sebagian ulama lain yang memperbolehkan juga memiliki argumen dibalik itu. Berikut kita kaji lebih jauh hukum memajang kaligrafi di dinding rumah.
Para ulama yang melarang memajang kaligrafi di dinding rumah mengkhawatirkan adanya syirik, contoh seseorang memasang kaligrafi di dinding rumah dengan alasan mengharap berkah atau mengusir syetan. Padahal jika kita mengharapkan berkah ataupun ingin menghilangkan gangguan syetan dari rumah caranya adalah dengan membaca, menghafal, mendakwahkan serta mengamalkan ayat suci Alquran, demikianlah yang senantiasa diajarkan Rasulallah SAW kepada kita selaku umat islam.
Rasulallah bersabda:
لا تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِيْ تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ
”Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syaitan itu akan lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah”.
Para ulama yang melarang memajang kaligrafi berlafadz Allah diletakkan sejajar dengan kaligrafi bertuliskan Muhammad pun dianggap sebagai bentuk penghinaan, sebab Allah dan RasullNya tentu saja memiliki kedudukan yang berbeda.
Sementara di sisi lain para ulama yang memperbolehkan memajang kaligrafi di dinding rumah menyatakan bahwa semua tindakan itu ditentukan oleh niatnya. Selama kita berniat untuk mengagungkan nama Allah, Rasulallah maupun kandungan Alquran dengan maksud menghafalnya maka hal itu diperbolehkan bahkan dianjurkan.
Sejumlah ulama berselisih paham tentang hukum memajang kaligrafi di dinding rumah. Sebagian ulama yang melarang memiliki alasan tertentu berikut dalil-dalilnya. Sementara sebagian ulama lain yang memperbolehkan juga memiliki argumen dibalik itu. Berikut kita kaji lebih jauh hukum memajang kaligrafi di dinding rumah.
Para ulama yang melarang memajang kaligrafi di dinding rumah mengkhawatirkan adanya syirik, contoh seseorang memasang kaligrafi di dinding rumah dengan alasan mengharap berkah atau mengusir syetan. Padahal jika kita mengharapkan berkah ataupun ingin menghilangkan gangguan syetan dari rumah caranya adalah dengan membaca, menghafal, mendakwahkan serta mengamalkan ayat suci Alquran, demikianlah yang senantiasa diajarkan Rasulallah SAW kepada kita selaku umat islam.
Rasulallah bersabda:
لا تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِيْ تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ
”Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syaitan itu akan lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah”.
Para ulama yang melarang memajang kaligrafi berlafadz Allah diletakkan sejajar dengan kaligrafi bertuliskan Muhammad pun dianggap sebagai bentuk penghinaan, sebab Allah dan RasullNya tentu saja memiliki kedudukan yang berbeda.
Sementara di sisi lain para ulama yang memperbolehkan memajang kaligrafi di dinding rumah menyatakan bahwa semua tindakan itu ditentukan oleh niatnya. Selama kita berniat untuk mengagungkan nama Allah, Rasulallah maupun kandungan Alquran dengan maksud menghafalnya maka hal itu diperbolehkan bahkan dianjurkan.
